CARA MERAWAT KUCING 1

    • HUFACID Syrup
      Indikasi Obat : Infeksi traktus urinarius seperti : pielonefritis, pielitis dan prostatitis akut dan kronis oleh kuman sensitif seperti E. coli, Klebsiella Sp, Enterobacter Sp., dan Proteus Sp., Infeksi gastrointestinalis terutama oleh kuman Salmonella Sp. dan Shigella Sp. Seperti demam tifoid, paratifoid dan disentri basiler, Infeksi traktus respiratorius seperti bronchitis akut dan kronik oleh kuman H. Influenzae dan S pneumonia, Infeksi THT seperti otitis media akut dan sinusitis akut oleh kuman H Influenzae dan S pneumonia, infeksi lain seperti toxoplasmosis dan infeksi lainnya dimana obat terpilih tidak dapat diberikan.
    • Aturan Pakai
    • Komposisi
    • Kemasan
    • Bentuk
    • Rasa
    Aturan Pakai :
    Untuk syrup :
    • Anak kucing 1-2 bulan 0,1ml/hari
    • Anak kucing 3-6 bln 0,2ml/hari
    • kucing 1- 6 thn-0,5 ml/hari...
    • obat ini bisadigunakan untuk kucing yang terkena mencret,luka,penleukopenia,calici virus,keracunanan pakan dll
    • ini saya buat takaran nya menurut umur kalau ada yang bisa memberi nya menurut berat badan lebih bagus.....
    • durasi obat buat pengunaan 12 jm baru kasilagi...                                                                                                                                                                              Antibiotik Sefalosporin
    Sama halnya dengan penisilin, sefalosporin juga berguna untuk menghancurkan dinding sel bakteri saat proses reproduksi. Namun, dibandingkan penisilin, sefalosporin memiliki keunggulan yaitu dapat mengobati infeksi yang bersifat lebih serius, seperti meningitis, pneumonia, maupun genorhea.
    Agen bakterisida yang termasuk kelompok antibiotik sefalosporin yaitu, cephradine, sefadroksil, cephapirin, cefazolin, sefaleksin, dan sefalotin.
    Beberapa efek samping Antibiotik Sefalosporin yakni dapat menyebabkan diare, demam, kram perut, ruam, dll. Sayangnya, bagi Anda yang memiliki alergi terhadap penisilin tidak dapat mengonsumsi antibiotik ini karena kemungkinan besar Anda juga alergi terhadap sefalosporin.
    • Antibiotik Aminoglikosida
    Aminoglikosida merupakan jenis antibiotik yang sering diberikan melalui suntikan ataupun tetes.
    Contoh agen bakterisida dari antibiotik ini, yaitu streptomisin, gentamisin, dan neomisin.
    Aminoglikosida terbukti efektif dalam mencegah pembentukan protein pada bakteri yang menyerang. Jenis antibiotik ini dapat digunakan untuk mengobati penyakit pneumonia, maupun tifus. Tetapi, jika terus menerus dikonsumsi antibiotik ini dapat melemahkan aktivitas pendengaran serta menyebabkan kerusakan pada organ ginjal.
    • Antibiotik Makrolida
    Antibiotik makrolida dapat menjadi jalan alternatif bagi mereka yang memiliki alergi terhadap penisilin.
    Antibiotik ini bermanfaat dalam mengobati infeksi pada paru – paru, dada, serta lambung yangmana mampu menghambat pembentukan protein pada bakteri yaitu dengan mencegah terjadinya biosintesis protein.
    Azitromisin, klaritromisin, dan eritromisin merupakan agen bakterisida dari antibiotik makrolida. Akan tetapi, makrolida memiliki efek samping, seperti diare, mual, bahkan gangguan pencernaan.
    Oleh karena itu, makrolida tidak disarankan untuk dikonsumsi oleh ibu hamil dan menyusui serta pasien lanjut usia karena dapat mengakibtakan kerusakan pada ginjal dan hati.
    • Antibiotik Tetrasiklin
    Tetrasiklin adalah jenis antibiotik yang digunakan untuk mengobati infeksi pada kandung kemih, saluran pernapasan, telinga tengah, dan bagian lainnya.
    Antibiotik tetrasiklin terdiri atas minocycline, doxycycline, dan tetrasiklin.
    Tetapi, penggunaan tetrasiklin dapat menyebabkan efek samping berupa kerusakan pada ginjal dan saraf, seperti permasalahan pada perut dan kepekaan pada cahaya.
    Bagi orang yang memiliki permasalahan dengan hati disarankan untuk berhati – hati dalam mengonsumsi tetrasiklin sebab dikhawatirkan dapat memperburuk gangguan yang sudah ada.
    Jika ingin mengenal Jenis Antibiotik ini lebih jauh, silahkan baca artikel sebelumnya: Antibiotik Tetrasiklin: Jenis Antibiotik Spektrum Luas untuk Atasi Berbagai Infeksi
    • Antibiotik Sulfonamida
    Jenis antibiotik ini terbukti sangat efektif untuk mengobati infeksi pada ginjal. Dan memiliki fungsi yang sama dengan penisilin.
    Salah satu jenis obat sulfa yang paling sering digunakan adalah gantrisin.
    Namun, antibiotik ini memiliki efek yang berbahaya untuk ginjal. Untuk itu, diharuskan bagi pasien yang mengonsumsi antibiotik ini agar meminum air yang banyak supaya pembentukan kristal obat pada ginjal dapat dicegah.
    • Antibiotik Fluoroquinolones
    Fluoroquinolones ialah jenis antibiotik terbaru yang mana merupakan satu – satunya antibiotik yang dapat menghentikan sintesis DNA bakteri secara langsung. Antibiotik ini efektif dalam mengobati infeksi pada saluran pernapasan dan kandung kemih.
    Fluoroquinolones terdiri dari ciprofloxacin, norfloksasin, enoxacin, levofloxacin, dan ofloksasin.
    Umumnya, antibiotik ini diberikan secara oral (diminum langsung) sehingga lebih mudah untuk diserap oleh tubuh. Walaupun dianggap relatif aman, antibiotik ini tidak disarankan untuk dikonsumsi oleh anak – anak dan wanita hamil karena diketahui dapat mempengaruhi pertumbuhan tulang. Selain itu, dapat pula menimbulkan efek samping seperti, mual, muntah-muntah, dan diare.
    • Antibiotik Polipetida
    Jenis antibiotik ini terdiri dari colistin, bacitracin, dan polimiksin B.
    Polipeptida dikenal cukup beracun, oleh karena itu hanya dapat digunakan pada permukaan kulit. Dan biasanya diberikan melalui suntika. Antibiotik jenis ini dapat menimbulkan efek samping seperti kerusakan pada saraf dan ginjal.
    Saat ini, ada lebih dari 100 jenis antibiotik yang sudah teridentifikasi. Perlu untuk diketahui bahwa setiap antibiotik hanya dapat bekerja pada bakteri tertentu saja. Sehingga, dapat dikatakan bahwa setiap satu jenis antibiotik tidak dapat digunakan untuk mengobati infeksi bakteri yang sama.

    0 komentar:

    Posting Komentar