PUSPADROXILE Dry Syrup 250 mg
SPADROXILE Dry Syrup 250 mg KOMPOSISI INDIKASI
Infeksi kulit dan jaringan lunak : limfangitis, abses, sellulitis, ulkus dekubitus, mastitis, furunkulosis, erispelas. Infeksi saluran kemih dan kelamin : pielonefritis, sistitis, adneksitis, endometritis. Infeksi lain seperti : Osteomiellitis, artritis, septicemia, peritonitis, sepsis puerperium peritonitis, sepsis puerperium. puspadroxile sama dengan cefadroxil cuma merek yang berbeda komposisi sama.bagi anda yang kucing nya terkena penyakit infeksi kulit dan
Jenis-Jenis Antibiotik, Fungsi dan Kelompok Agen Bakterisida didalamnya

Definisi dan Sejarah Antibiotik

Istilah antibiotik diperkenalkan pertama kali oleh Alexander Fleming pada tahun 1930. Beliau melakukan penelitian yang menghasilkan antibiotik Penisilin yangmana merupakan antibiotik pertama di dunia.
Antibiotik dapat digunakan pada manusia, hewan, maupun tumbuhan. Namun perlu diingat bahwa antibiotik hanya dapat bekerja dalam melawan infeksi bakteri, seperti tipes, bisul, selulitis, dan lainnya. Sehingga tidak dapat digunakan terhadap mengobati infeksi virus, seperti flu, batuk, ataupun bronchitis misalnya.
Karena dikhawatirkan justru akan membahayakan tubuh, sebab virus tidak akan terpengaruh terhadap antibiotik yang diberikan. Dan malah meningkatkan kemungkinan bagi bakteri untuk kebal terhadap antibiotik. Oleh karena itu, kita harus menggunakan antibiotik sesuai petunjuk yang diberikan oleh dokter.
Untuk Lebih jelas lagi mengenai Antibiotik bisa dibaca pada Artikel sebelumnya yang berjudul Pengertian Antibiotik
Mengenal Jenis-jenis Antibiotik
Jenis- jenis antibiotik dapat digolongkan ke dalam beberapa kelas. Penggolongan tersebut dapat didasarkan oleh struktur kimia, mekanisme kerjanya, maupun pengaruhnya terhadap bakteri. Nah, pada artikel kali ini akan membahas penggolongan jenis-jenis antibiotik berdasarkan struktur kimianya.Lalu, apa saja jenis-jenisnya? Berikut uraiannya
- Antibiotik Penisilin
Penisilin merupakan antibiotik yang termasuk kategori antibiotik beta-lactam,
yaitu antibiotik yang dapat menghancurkan dinding sel bakteri saat
mereka dalam proses reproduksi. Penisilin sendiri berfungsi untuk
mengobati tubuh dari infeksi bakteri tertentu yang berkaitan dengan
mata, telinga, gigi, kulit, saluran pernapasan, radang tenggorokan, dan
lainnya.
Selain itu, penisilin merupakan sekelompok agen bakterisida yang terdiri dari penisilin G, penisilin V, ampisilin, kloksasilin, nafcillin, tikarsilin, amoksisilin dan oksasilin.
Namun sayangnya, pada beberapa orang
penggunaan antibiotik penisilin ini dapat menimbulkan reaksi alergi
terhadap antibiotik. Bahkan, bisa menyebabkan demam atau ruam yang
diakibatkan oleh hipersensitivitas terhadap antibiotik.
Oleh karena itu, saat Anda berobat ke
dokter penting untuk memberi tahu dokter jika Anda memiliki alergi pada
antibiotic penisilin.
- Antibiotik Sefalosporin
Sama halnya dengan penisilin, sefalosporin
juga berguna untuk menghancurkan dinding sel bakteri saat proses
reproduksi. Namun, dibandingkan penisilin, sefalosporin memiliki
keunggulan yaitu dapat mengobati infeksi yang bersifat lebih serius,
seperti meningitis, pneumonia, maupun genorhea.
Agen bakterisida yang termasuk kelompok antibiotik sefalosporin yaitu, cephradine, sefadroksil, cephapirin, cefazolin, sefaleksin, dan sefalotin.
Beberapa efek samping Antibiotik Sefalosporin
yakni dapat menyebabkan diare, demam, kram perut, ruam, dll. Sayangnya,
bagi Anda yang memiliki alergi terhadap penisilin tidak dapat
mengonsumsi antibiotik ini karena kemungkinan besar Anda juga alergi
terhadap sefalosporin.
Baca juga: Antibiotik Golongan Sefalosporin: Jenis Antibiotik Golongan B-Laktam untuk Terapi Infeksi Bakteri
- Antibiotik Aminoglikosida
Aminoglikosida merupakan jenis antibiotik yang sering diberikan melalui suntikan ataupun tetes.
Contoh agen bakterisida dari antibiotik ini, yaitu streptomisin, gentamisin, dan neomisin.
Aminoglikosida terbukti efektif dalam
mencegah pembentukan protein pada bakteri yang menyerang. Jenis
antibiotik ini dapat digunakan untuk mengobati penyakit pneumonia,
maupun tifus. Tetapi, jika terus menerus dikonsumsi antibiotik ini dapat
melemahkan aktivitas pendengaran serta menyebabkan kerusakan pada organ
ginjal.
- Antibiotik Makrolida
Antibiotik makrolida dapat menjadi jalan alternatif bagi mereka yang memiliki alergi terhadap penisilin.
Antibiotik ini bermanfaat dalam mengobati
infeksi pada paru – paru, dada, serta lambung yangmana mampu menghambat
pembentukan protein pada bakteri yaitu dengan mencegah terjadinya
biosintesis protein.
Azitromisin, klaritromisin, dan eritromisin
merupakan agen bakterisida dari antibiotik makrolida. Akan tetapi,
makrolida memiliki efek samping, seperti diare, mual, bahkan gangguan
pencernaan.
Oleh karena itu, makrolida tidak
disarankan untuk dikonsumsi oleh ibu hamil dan menyusui serta pasien
lanjut usia karena dapat mengakibtakan kerusakan pada ginjal dan hati.
- Antibiotik Tetrasiklin
Tetrasiklin
adalah jenis antibiotik yang digunakan untuk mengobati infeksi pada
kandung kemih, saluran pernapasan, telinga tengah, dan bagian lainnya.
Antibiotik tetrasiklin terdiri atas minocycline, doxycycline, dan tetrasiklin.
Tetapi, penggunaan tetrasiklin dapat
menyebabkan efek samping berupa kerusakan pada ginjal dan saraf, seperti
permasalahan pada perut dan kepekaan pada cahaya.
Bagi orang yang memiliki permasalahan
dengan hati disarankan untuk berhati – hati dalam mengonsumsi
tetrasiklin sebab dikhawatirkan dapat memperburuk gangguan yang sudah
ada.
Jika ingin mengenal Jenis Antibiotik ini lebih jauh, silahkan baca artikel sebelumnya: Antibiotik Tetrasiklin: Jenis Antibiotik Spektrum Luas untuk Atasi Berbagai Infeksi
- Antibiotik Sulfonamida
Jenis antibiotik ini terbukti sangat
efektif untuk mengobati infeksi pada ginjal. Dan memiliki fungsi yang
sama dengan penisilin.
Salah satu jenis obat sulfa yang paling sering digunakan adalah gantrisin.
Namun, antibiotik ini memiliki efek yang
berbahaya untuk ginjal. Untuk itu, diharuskan bagi pasien yang
mengonsumsi antibiotik ini agar meminum air yang banyak supaya
pembentukan kristal obat pada ginjal dapat dicegah.
- Antibiotik Fluoroquinolones
Fluoroquinolones
ialah jenis antibiotik terbaru yang mana merupakan satu – satunya
antibiotik yang dapat menghentikan sintesis DNA bakteri secara langsung.
Antibiotik ini efektif dalam mengobati infeksi pada saluran pernapasan
dan kandung kemih.
Fluoroquinolones terdiri dari ciprofloxacin, norfloksasin, enoxacin, levofloxacin, dan ofloksasin.
Umumnya, antibiotik ini diberikan secara
oral (diminum langsung) sehingga lebih mudah untuk diserap oleh tubuh.
Walaupun dianggap relatif aman, antibiotik ini tidak disarankan untuk
dikonsumsi oleh anak – anak dan wanita hamil karena diketahui dapat
mempengaruhi pertumbuhan tulang. Selain itu, dapat pula menimbulkan efek
samping seperti, mual, muntah-muntah, dan diare.
- Antibiotik Polipetida
Jenis antibiotik ini terdiri dari colistin, bacitracin, dan polimiksin B.
Polipeptida dikenal cukup beracun, oleh
karena itu hanya dapat digunakan pada permukaan kulit. Dan biasanya
diberikan melalui suntika. Antibiotik jenis ini dapat menimbulkan efek
samping seperti kerusakan pada saraf dan ginjal.
Saat ini, ada lebih dari 100 jenis antibiotik yang sudah
teridentifikasi. Perlu untuk diketahui bahwa setiap antibiotik hanya
dapat bekerja pada bakteri tertentu saja. Sehingga, dapat dikatakan
bahwa setiap satu jenis antibiotik tidak dapat digunakan untuk mengobati infeksi bakteri yang sama.

0 komentar:
Posting Komentar